Kementerian Kehutanan Republik Indonesia Belajar HPE ToolkitSeri Panduan · Kementerian Kehutanan
Video 4 dari 32Konsep dengan data nyataUntuk: Semua peran

Contoh Nyata: Bila Datanya Cukup

Melihat perhitungan satu baris dari transaksi sampai angka usulan.

Baca teks narasi
  1. Bagaimana angka satu baris HPE dihitung bila transaksinya cukup?
  2. Contohnya nyata: baris 14, kayu olahan karet, dari uji paralel periode Oktober 2026.
  3. Uji paralel berjalan berdampingan dengan cara penetapan yang berlaku sehingga angkanya bukan usulan resmi.
  4. Pada akhir video, Anda akan melihat mengapa baris ini, meski datanya cukup, belum dapat diusulkan.
  5. Untuk periode Oktober, aplikasi membaca dokumen ekspor di SILK dari 20 Agustus sampai 19 September 2026.
  6. Jumlahnya hampir 40.000 baris data dan sebagian besar bukan bagian dari 17 baris HPE, misalnya mebel dan kertas.
  7. Setelah penyaringan, 32 transaksi dari 13 eksportir masuk ke baris karet.
  8. Syarat kecukupannya paling sedikit 10 transaksi dari 3 eksportir yang berbeda.
  9. Baris karet lolos dengan mudah.
  10. Rata-ratanya adalah jumlah nilai dibagi jumlah volume sehingga pengiriman besar lebih berpengaruh.
  11. Hasilnya US$331,36 per meter kubik.
  12. Formulir harga dalam negeri belum memuat transaksi karet sehingga hanya sumber ekspor yang lolos.
  13. Bila kedua sumber lolos, peraturan memakai rata-rata yang lebih tinggi.
  14. Pembulatan dilakukan sekali saja, di akhir: US$331.
  15. Namun, SILK belum memuat dimensi kayu dan penanda diketam empat sisi, dua hal yang menentukan isi baris ini.
  16. Karena itu, semua transaksi karet dihitung gabungan, tanpa dipilah, dan angkanya ditandai sebagai bukan usulan.
  17. Untuk periode itu, Keputusan Menteri Perdagangan, atau Kepmendag, menetapkan US$308.
  18. Uji paralel membandingkan kedua angka itu dan menelusuri selisihnya sebelum usulan resmi dimulai.
  19. Video berikutnya menunjukkan apa yang terjadi bila datanya belum cukup.